S&M
We couldn't link a Spotify track for this story. Try searching the title on song.link to find it on your preferred service.
Sebuah judul yang sengaja membuat Anda salah paham
Saat orang pertama kali mendengar judul "S&M", reaksinya hampir selalu sama: ini pasti lagu nakal tentang ranjang, tentang borgol, tentang cambuk. Dan memang, lapisan paling permukaan dari lagu ini memang sengaja dibuat menggoda seperti itu. Tapi inilah triknya — Rihanna dan timnya menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih pedih di balik beat dance-pop yang berkilau itu.
Kalau Anda mendengarkan baik-baik apa yang sebenarnya diceritakan lagu ini, ada satu baris yang menjadi kunci segalanya: tentang bagaimana cibiran, gosip, dan kata-kata jahat justru terasa seperti pukulan yang... menyenangkan. Di sinilah letak kejeniusannya. Lagu ini bukan benar-benar tentang sadomasokisme di kamar tidur. Lagu ini tentang hubungan Rihanna dengan media dan publik yang terus-menerus mengoyaknya — dan tentang keputusannya untuk berhenti menderita dan mulai menikmati sensasi disakiti oleh sorotan. Sebuah pernyataan kemenangan yang dibungkus sebagai fantasi erotis.
Itulah mengapa "S&M" jauh lebih menarik daripada yang dibayangkan kebanyakan orang. Ini adalah lagu pemberontakan yang menyamar sebagai lagu pesta.
Rihanna di titik paling rapuh sekaligus paling berani
Untuk memahami "S&M", kita harus kembali ke masa-masa kelam dalam hidup Rihanna. Lagu ini muncul di album Loud yang dirilis akhir 2010. Hanya satu tahun setengah sebelumnya, pada awal 2009, dunia diguncang oleh insiden kekerasan dalam rumah tangga antara Rihanna dan Chris Brown — sebuah kasus yang menjadi konsumsi media global. Foto-foto wajah Rihanna yang lebam bocor ke internet, dan tiba-tiba kehidupan pribadinya yang paling menyakitkan menjadi tontonan jutaan orang.
Bayangkan menjadi perempuan muda dari Barbados — sebuah pulau kecil di Karibia — yang baru berusia awal 20-an, dan tiba-tiba seluruh trauma terdalam Anda dibedah di setiap acara gosip, dijadikan tajuk berita, diperdebatkan oleh orang asing. Media memberinya rasa sakit yang nyata. Album Rated R yang dirilis tak lama setelah insiden itu terasa gelap, marah, dan defensif.
Lalu datanglah Loud. Dan dengan album ini, Rihanna seakan berkata: cukup. Ia tidak akan lagi menjadi korban yang murung. Ia akan menari di atas reruntuhannya sendiri. "S&M" adalah pernyataan paling berani dari sikap baru itu. Lagu ini ditulis dan diproduksi oleh tim hitmaker Swedia, Stargate (Mikkel Eriksen dan Tor Erik Hermansen), bersama penulis lagu Ester Dean dan Sandy Vee. Mereka membungkus sebuah pesan yang sangat personal ke dalam produksi electropop yang dirancang untuk meledak di lantai dansa.
Buat penggemar musik di Indonesia, ada sudut menarik di sini. Era 2010-2011 adalah masa ketika musik dance-pop barat benar-benar mendominasi radio dan klub-klub di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. "S&M" menjadi salah satu lagu yang sering diputar di acara TV musik dan radio anak muda, meski liriknya yang eksplisit sering kali harus disensor atau diputar dengan hati-hati. Banyak pendengar Indonesia menari mengikuti iramanya tanpa benar-benar menyadari kisah pedih yang tersembunyi di baliknya — dan justru itulah daya tariknya yang abadi.
Membongkar makna sebenarnya tanpa menyebut liriknya
Mari kita uraikan apa yang sebenarnya diceritakan lagu ini, baris demi baris, tanpa mengutip langsung.
Lagu ini dibuka dengan pengakuan yang berani tentang seseorang yang menyukai sensasi yang biasanya dianggap menyakitkan. Tapi di sinilah letak permainan ganda Rihanna. Di satu sisi, ia berbicara seolah-olah tentang preferensi seksual yang tak biasa. Di sisi lain — dan ini yang krusial — ia menyelipkan referensi langsung tentang kata-kata. Ada momen di mana ia menyebut bahwa omongan jahat orang lain justru membuatnya merasa hidup, bahwa cibiran terasa nikmat, bahwa rantai dan cambuk yang dimaksud bukan benda fisik melainkan metafora untuk gosip dan kritik yang menderanya.
Inilah dekode utamanya: "S&M" memetakan dinamika hubungan antara seorang selebritas dan mesin media yang melahapnya. Media menyiksa Rihanna — menggali lukanya, mencibir pilihannya, menghakimi setiap langkahnya. Dan dalam lagu ini, Rihanna mengambil kembali kendali dengan cara yang paling subversif: ia menyatakan bahwa ia justru menikmatinya. Kalau Anda terus-menerus dipukuli oleh perhatian publik, satu-satunya cara untuk berhenti menderita adalah dengan mengubah rasa sakit itu menjadi kesenangan. Itulah inti psikologis sado-masokisme yang dipinjam Rihanna sebagai bingkai: pembalikan rasa sakit menjadi kekuatan dan kenikmatan.
Bagian refrain yang berputar-putar tentang bagaimana semakin keras pukulannya, semakin ia menyukainya — itu bukan sekadar fantasi ranjang. Itu adalah deklarasi ketahanan. Semakin keras dunia menghantamnya, semakin kuat ia berdiri. Refrain itu juga punya sisi yang lebih kelam dan jujur tentang hubungan toksik secara umum — pengakuan bahwa kadang manusia terjebak dalam pola di mana cinta dan rasa sakit menjadi tak terpisahkan. Mengingat latar belakang Rihanna, lapisan makna ini terasa sangat berani dan rentan secara emosional.
Jadi ketika Anda mendengar "S&M" sebagai lagu pesta, Anda tidak salah. Tapi ketika Anda menyadari bahwa ini adalah Rihanna yang menatap mata media dan berkata "silakan, sakiti aku, aku menikmatinya, dan kau tidak bisa menghancurkanku" — lagu ini berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih kuat.
Kontroversi, sensor, dan jejak budaya
"S&M" tidak pernah dimaksudkan untuk lewat tanpa keributan, dan memang tidak. Judulnya saja sudah cukup membuat banyak stasiun radio di berbagai negara gugup. Di beberapa pasar, lagu ini diputar dengan judul alternatif "Come On" untuk menghindari kontroversi. Liriknya yang eksplisit memicu perdebatan tentang apakah pantas seorang bintang pop sebesar Rihanna — yang punya basis penggemar remaja yang besar — menyanyikan tema sedewasa itu.
Video musiknya, yang disutradarai oleh Melina Matsoukas, justru menambah bahan bakar. Alih-alih hanya menampilkan citra erotis, video itu cerdik mengubah seluruh konsep menjadi komentar tentang media itu sendiri. Rihanna digambarkan dibungkus plastik, dikurung di balik kaca, dan dikelilingi oleh para wartawan yang digambarkan sebagai sosok absurd. Ada adegan ikonik di mana ia menarik para "jurnalis" itu dengan tali kekang seperti anjing. Pesannya tak bisa lebih jelas: Rihanan membalikkan posisi. Selama ini media yang mengendalikannya; dalam video itu, dialah yang memegang tali.
Video itu sendiri sempat dibatasi di sejumlah negara dan dilarang ditayangkan di YouTube bagi pengguna yang belum login karena dianggap terlalu vulgar. Di Inggris, video ini hanya boleh tayang pada jam-jam tertentu. Semua kontroversi ini — ironisnya — justru membuktikan tesis lagu tersebut. Semakin media ribut tentang "S&M", semakin Rihanna menang.
Ada juga drama hukum kecil yang melekat pada lagu ini. Fotografer terkenal David LaChapelle pernah menggugat Rihanna, menuduh bahwa video "S&M" menjiplak estetika visual dari karya-karya fotografinya. Kasus itu dilaporkan diselesaikan di luar pengadilan. Ini menunjukkan betapa kuatnya identitas visual yang dibangun lagu tersebut hingga menjadi bahan perselisihan kreatif.
Yang paling penting dari semuanya: "S&M" akhirnya menjadi nomor satu di tangga lagu Billboard Hot 100 Amerika Serikat. Pencapaian itu membantu lewat sebuah remix dengan Britney Spears, yang menyatukan dua ratu pop dari generasi berbeda. Bagi Rihanna, single ini menjadi salah satu dari deretan panjang hit nomor satunya, mengokohkan statusnya bukan sekadar penyintas, tapi raja diri sendiri di puncak industri.
Mengapa lagu ini masih terasa relevan hari ini
Lebih dari satu dekade berlalu, dan "S&M" terdengar lebih relevan sekarang daripada saat pertama dirilis. Kenapa? Karena dunia yang ia ramalkan — dunia di mana setiap orang hidup di bawah sorotan, di mana komentar jahat datang dari segala arah, di mana kita semua dinilai oleh kerumunan asing — kini menjadi kenyataan sehari-hari berkat media sosial.
Pada 2010, hanya selebritas seperti Rihanna yang mengalami digerogoti oleh komentar publik. Hari ini, siapa pun dengan akun Instagram atau TikTok bisa merasakan sensasi disakiti oleh komentar netizen. Pertanyaan yang diajukan "S&M" — bagaimana cara bertahan ketika dunia terus-menerus menghakimimu? — kini menjadi pertanyaan universal. Dan jawaban Rihanna tetap radikal: jangan biarkan rasa sakit itu menghancurkanmu, ubah menjadi tenaga, menari di atasnya, jadikan itu bagian dari kekuatanmu.
Bagi pendengar muda Indonesia yang tumbuh di era cancel culture dan tekanan media sosial, pesan tersembunyi "S&M" terasa sangat dekat. Ini adalah lagu tentang reklamasi — mengambil kembali narasi tentang dirimu dari tangan orang-orang yang ingin mendefinisikanmu. Itu sebabnya lagu ini terus hidup di playlist pesta, di reels, di TikTok, jauh setelah kontroversinya mereda.
Dan tentu saja, ada alasan yang lebih sederhana: produksinya benar-benar tak lekang waktu. Beat electropop garapan Stargate itu masih terasa segar, vokal Rihanna yang penuh karakter dengan aksen Karibianya yang khas masih memikat, dan refrainnya tetap menjadi salah satu hook pop paling menempel dari era 2010-an. Lagu ini adalah bukti bahwa karya terbaik bisa menyembunyikan kedalaman emosional di balik kemasan yang paling menyenangkan untuk ditarikan.
"S&M" pada akhirnya adalah potret seorang perempuan yang menolak menjadi korban. Ia melihat rasa sakit yang ditimpakan dunia padanya, dan alih-alih runtuh, ia tersenyum, mengenakan lateks, dan berkata bahwa ia menikmati setiap detiknya. Itu bukan tanda menyerah — itu adalah bentuk pemberontakan paling berani yang pernah dibungkus dalam tiga setengah menit musik pop.
Cara menyelami lebih dalam
🎧 Larut dalam suaranya
- Album Loud Rihanna — Dengarkan "S&M" dalam konteks aslinya. Album Loud memuat sisi Rihanna yang paling berwarna dan penuh kemenangan, dari "Only Girl (In the World)" hingga "What's My Name?". Mendengarnya secara utuh menunjukkan bagaimana ia bangkit dari masa kelamnya.
- Rihanna vinyl record — Untuk penggemar yang ingin merasakan kehangatan analog dari produksi Stargate. Putaran piringan hitam memberi dimensi baru pada beat electropop yang sudah kita kenal.
- Rihanna greatest hits — Kompilasi yang menempatkan "S&M" berdampingan dengan deretan hit nomor satunya, memperlihatkan betapa konsistennya Rihanna mendominasi tangga lagu sepanjang dekade itu.
📚 Telusuri kisahnya
- Rihanna biography book — Buku-buku biografi mengungkap perjalanan Rihanna dari gadis Barbados hingga ikon global. Memahami masa-masa sulit 2009 membuat makna tersembunyi "S&M" jauh lebih menggetarkan.
- The Rihanna Book Fenty — Buku visual autobiografi Rihanna yang penuh foto pribadi dan kenangan, memberi gambaran langsung tentang bagaimana ia membangun citra dan kerajaannya.
- pop music culture 2010s book — Bacaan tentang era keemasan dance-pop yang melahirkan "S&M", lengkap dengan konteks bagaimana media dan selebritas saling tarik-menarik di awal dekade itu.
🌍 Kunjungi tempatnya
- Barbados travel guide — Pulau kelahiran Rihanna di Karibia, tempat aksen khas dan jiwa musiknya berakar. Panduan ini membantu Anda memahami akar budaya yang membentuk salah satu bintang terbesar dunia.
- Caribbean music history book — Telusuri warisan musik Karibia yang mengalir dalam vokal Rihanna, dari dancehall hingga soca, yang memberi warna unik pada lagu-lagu popnya.
- Barbados photography book — Buku foto yang menampilkan keindahan pulau yang membentuk Rihanna, sebuah jendela visual menuju tempat di mana segalanya bermula.
🎸 Rasakan sendiri
- bluetooth party speaker — Untuk menghidupkan beat electropop "S&M" di kamar atau pesta Anda sendiri. Lagu ini memang dirancang untuk diputar keras dan ditarikan tanpa rasa malu.
- karaoke microphone machine — Coba sendiri menyanyikan refrain ikonik itu. Menyanyikannya keras-keras adalah cara terbaik merasakan energi pemberontakan yang dibawa Rihanna.
- studio headphones — Headphone berkualitas akan mengungkap detail produksi Stargate yang sering terlewat — lapisan synth, tekstur vokal, dan cara setiap elemen disusun untuk menempel di kepala Anda.
🤖 Tanya lebih lanjut:
- Apa lagu Rihanna lain yang menyembunyikan makna personal di balik tema seksi?
- Bagaimana insiden 2009 memengaruhi seluruh karier dan citra Rihanna?
- Mengapa kolaborasi remix dengan Britney Spears begitu penting bagi "S&M"?