SONGFABLE · 2020

How You Like That

BLACKPINK · 2020

Listen elsewhere

We couldn't link a Spotify track for this story. Try searching the title on song.link to find it on your preferred service.

How You Like That - BLACKPINK (2020)

TL;DR: Di balik beat trap yang sangar dan visual emas megah, "How You Like That" sebenarnya adalah lagu tentang bangkit dari titik terendah — momen ketika kamu dijatuhkan habis-habisan lalu berdiri lagi dengan kepala tegak, sambil menantang dunia: "Sekarang, gimana menurutmu?"

Lagu Ini Bukan Soal Sombong — Tapi Soal Bangkit

Banyak orang dengar "How You Like That" pertama kali dan langsung berpikir lagu ini cuma soal pamer kemewahan. Beat-nya keras, ada koor gospel, ada outfit emas yang berkilau bak ratu, dan ada empat perempuan yang berdiri seolah memiliki seluruh dunia. Tapi kalau kamu dengarkan lebih dalam, ada cerita yang jauh lebih manusiawi di balik kemegahan itu.

Inti lagu ini sebenarnya getir. Ia bicara tentang seseorang yang telah dijatuhkan, dikhianati, dan ditinggalkan di titik paling rendah dalam hidupnya. Momen ketika langit terasa runtuh, ketika kamu merasa dunia menertawakanmu. Tapi alih-alih hancur, sang tokoh memilih bangkit. Refrain ikonik "how you like that?" itu bukan sekadar gertakan sombong — ia adalah teriakan kemenangan dari orang yang pernah dianggap selesai, lalu kembali lebih kuat dari sebelumnya. Ini lagu balas dendam terbaik: balas dendam dengan cara menjadi sukses.

Itulah daya tarik liarnya. Di permukaan, ini anthem kepercayaan diri yang bikin kamu pengen joget di depan cermin. Tapi di lapisan dalamnya, ini adalah surat untuk siapa pun yang pernah merasa direndahkan dan diam-diam berjanji akan membuktikan diri suatu hari nanti.

Empat Perempuan, Satu Era Baru K-Pop

Untuk memahami kenapa lagu ini begitu berarti, kita perlu mengenal siapa BLACKPINK. Grup beranggotakan Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa ini debut pada 2016 di bawah YG Entertainment, salah satu agensi raksasa Korea Selatan. Sejak awal, mereka diposisikan sebagai grup dengan dua wajah — sisi "black" yang garang dan sisi "pink" yang manis. Kontras itulah yang membentuk identitas mereka.

"How You Like That" dirilis pada Juni 2020 sebagai single pertama dari album studio penuh perdana mereka, The Album. Yang menarik, lagu ini muncul di tengah masa yang sangat berat: pandemi global tengah melumpuhkan dunia. Konser dibatalkan, panggung kosong, dan jutaan orang terkurung di rumah. Di tengah suasana suram itu, datanglah lagu tentang bangkit dari keterpurukan. Timing-nya nyaris puitis.

Comeback ini juga menandai penantian panjang. Para penggemar — yang dikenal sebagai BLINK — sudah menunggu lebih dari setahun sejak rilisan besar sebelumnya. Maka ketika video musiknya tayang, ledakannya luar biasa. Lagu ini memecahkan beberapa rekor YouTube saat itu, termasuk video musik yang paling banyak ditonton dalam 24 jam pertama, serta premiere YouTube terbesar dalam sejarah platform tersebut kala itu. Angka-angkanya bukan sekadar statistik — mereka menjadi bukti bahwa K-Pop sudah benar-benar mendunia.

Dan inilah hook kultural untuk kita di Indonesia: BLINK Indonesia adalah salah satu basis penggemar terbesar dan paling vokal di Asia Tenggara. Ketika "How You Like That" rilis, linimasa media sosial Indonesia praktis dibanjiri cuplikan koreografi, cover dance, dan tantangan menari. Lisa, sang rapper dan dancer utama yang berasal dari Thailand, punya tempat istimewa di hati penggemar ASEAN karena ia "salah satu dari kita" — seorang anak Asia Tenggara yang menembus puncak industri Korea. Kedekatan geografis dan kultural itu membuat kemenangan BLACKPINK terasa seperti kemenangan kawasan kita sendiri. Tak heran konser mereka di Jakarta selalu menjadi tiket yang ludes dalam hitungan menit.

Soal pembuatannya, lagu ini ditulis dan diproduseri oleh tim yang dipimpin Teddy Park, produser legendaris YG yang sering disebut sebagai arsitek di balik suara khas BLACKPINK. Konon proses produksinya menggabungkan elemen trap, EDM, dan sentuhan koor gospel yang dramatis pada bagian klimaks — perpaduan yang membuat lagu terasa seperti perayaan sekaligus pertempuran.

Membaca Pesan di Balik Setiap Bagian

Kalau kita bedah maknanya tanpa mengutip liriknya, alur emosional "How You Like That" sebenarnya tersusun seperti sebuah perjalanan tiga babak.

Babak pertama adalah kejatuhan. Bagian pembuka lagu melukiskan seseorang yang telah ditinggalkan dan dikhianati, dilemparkan ke titik terdalam. Ada nada kepahitan di sana — perasaan dunia berbalik menentangmu, harapan-harapan yang dihancurkan, dan rasa sakit karena dipandang sebelah mata. Ini bukan sosok yang sombong; ini sosok yang baru saja remuk.

Babak kedua adalah keputusan untuk bangkit. Di sinilah lagu berubah. Alih-alih meratapi nasib, sang tokoh memutuskan untuk mengangkat dirinya kembali. Ia membersihkan air mata, menegakkan punggung, dan memilih untuk tidak tinggal di dalam lubang. Energi lagu mulai naik, seperti seseorang yang perlahan menemukan kembali bara dalam dirinya. Pesannya jelas: keterpurukan bukan akhir cerita, melainkan bab sebelum kebangkitan.

Babak ketiga adalah kemenangan dan tantangan. Bagian refrain — frasa "how you like that" yang diulang-ulang — adalah puncak transformasi itu. Setelah jatuh dan bangkit, sang tokoh kini berdiri di tempat yang lebih tinggi, menatap balik mereka yang dulu meragukannya, dan bertanya dengan penuh percaya diri: bagaimana sekarang? Apakah kalian masih meremehkanku? Ini bukan kesombongan kosong, melainkan kepercayaan diri yang lahir dari penderitaan. Ada bagian rap yang lebih garang lagi, di mana suasananya berubah menjadi deklarasi kekuatan penuh — semacam pernyataan bahwa tak ada lagi yang bisa menjatuhkan mereka.

Yang membuat lagu ini cerdas adalah cara ia membungkus pesan personal yang berat dalam kemasan yang terasa kolektif. Ketika empat anggota menyanyikannya bersama, kamu tak lagi mendengar satu orang yang bangkit — kamu mendengar sebuah pernyataan solidaritas. Dan itulah kenapa jutaan pendengar bisa merasa lagu ini "milik mereka", apa pun perjuangan pribadi yang sedang mereka hadapi.

Konteks Budaya dan Warisan yang Ditinggalkan

"How You Like That" datang di momen genting bagi K-Pop di panggung global. Tahun 2020 adalah masa ketika musik Korea benar-benar menembus dinding pasar Barat secara serius. BLACKPINK menjadi salah satu ujung tombak gelombang itu, dan lagu ini menjadi salah satu bukti paling kuat.

Video musiknya juga menjadi bahan perbincangan budaya tersendiri. Estetikanya memadukan kemewahan modern dengan sentuhan elemen tradisional. Dalam salah satu penampilan terkenal, anggota BLACKPINK tampil mengenakan hanbok modern — pakaian tradisional Korea yang diberi sentuhan kontemporer. Momen itu dipuji luas karena dianggap mengangkat warisan budaya Korea ke panggung dunia dengan cara yang segar dan bangga. Bagi banyak penonton internasional, itu menjadi perkenalan pertama mereka pada estetika hanbok.

Lagu ini juga memperkuat formula khas BLACKPINK: refrain yang gampang nempel, koreografi yang ikonik dan mudah ditiru, serta visual yang sinematik. Gerakan tariannya menjadi viral di mana-mana, memicu gelombang cover dance dari Jakarta hingga Manila, dari Tokyo hingga Los Angeles. Di Indonesia khususnya, tantangan menari lagu ini menjadi salah satu konten paling populer di kalangan remaja saat itu.

Lebih jauh, keberhasilan "How You Like That" turut membuka jalan bagi BLACKPINK untuk mencapai panggung-panggung yang dulu hampir mustahil dijangkau grup K-Pop. Mereka kemudian menjadi salah satu grup perempuan paling berpengaruh di dunia, tampil di festival musik raksasa, dan masing-masing anggota membangun karier solo serta menjadi duta merek-merek mewah global. Banyak yang menyebut lagu ini sebagai salah satu batu loncatan penting dalam perjalanan itu.

Kenapa Lagu Ini Masih Menggema Hari Ini

Bertahun-tahun setelah dirilis, "How You Like That" tetap terasa relevan, dan alasannya sederhana: temanya abadi. Setiap orang, di titik tertentu dalam hidup, pernah merasa dijatuhkan. Mungkin oleh kegagalan, oleh pengkhianatan, oleh orang-orang yang meremehkan kita, atau sekadar oleh keadaan yang seolah berkonspirasi melawan kita. Lagu ini berbicara langsung kepada momen-momen itu, lalu menawarkan jawaban yang memberdayakan: bangkitlah, dan biarkan kesuksesanmu yang berbicara.

Ada pula kepuasan emosional yang sangat universal dalam frasa "how you like that?". Siapa pun yang pernah ingin membuktikan diri kepada orang yang meragukannya akan langsung paham getaran itu. Lagu ini menjadi semacam soundtrack untuk semua momen "lihat sekarang aku berhasil" dalam hidup — entah itu lulus ujian yang ditakuti, mendapat pekerjaan impian, atau sekadar berhasil melewati hari yang berat.

Bagi generasi muda di Indonesia dan seluruh dunia, BLACKPINK juga menjadi simbol perempuan yang berdiri di atas kaki sendiri — percaya diri, mandiri, dan tak takut mengambil ruang. Pesan pemberdayaan itu tak lekang oleh waktu, dan justru semakin terasa penting di era ketika banyak anak muda mencari panutan yang menunjukkan bahwa kerentanan dan kekuatan bisa hidup berdampingan.

Dan tentu saja, secara murni musikal, lagu ini tetap nikmat didengar. Beat-nya masih bikin kepala mengangguk, refrain-nya masih nempel di kepala berhari-hari, dan klimaks koor gospel-nya masih bisa bikin merinding. Itulah tanda lagu yang dibuat dengan baik: ia tak pernah benar-benar terasa usang.


Cara menyelami lebih dalam

🎧 Hanyutkan dirimu dalam suaranya

Cara terbaik memahami era ini adalah mendengarkan keseluruhan karyanya, bukan cuma satu single. Mulailah dari album studio penuh perdana mereka untuk merasakan rentang penuh sisi "black" dan "pink".

📚 Ikuti kisahnya

Untuk benar-benar mengerti perjalanan empat perempuan di balik lagu ini, telusuri kisah mereka dan dunia K-Pop secara lebih luas.

🌍 Kunjungi tempat-tempatnya

Musik ini lahir dari Seoul dan menyebar ke seluruh dunia. Kalau kamu ingin merasakan akar budayanya secara langsung, mulailah dari sini.

🎸 Rasakan sendiri pengalamannya

Cara paling seru menghormati lagu ini adalah dengan menari, menyanyi, atau menampilkannya sendiri bersama teman-teman.


🎵 Dengarkan lagu ini

🤖 Tanya lebih lanjut:

Tags
20s