Bad Habits
We couldn't link a Spotify track for this story. Try searching the title on song.link to find it on your preferred service.
Bad Habits - Ed Sheeran (2021)
TL;DR: Di balik beat dansa yang gemerlap, "Bad Habits" sebenarnya adalah pengakuan jujur tentang kebiasaan buruk yang terasa nikmat di malam hari tapi menghancurkan diri perlahan, dibungkus Ed Sheeran dalam estetika vampir yang justru jadi metafora kecanduan.
Lagu dansa yang menyamarkan luka
Coba dengarkan "Bad Habits" sambil tutup mata. Kamu akan merasakan dorongan synth yang berdenyut, ketukan yang seperti memanggilmu ke lantai dansa, dan suasana yang penuh euforia. Tapi inilah trik kotor yang dilakukan Ed Sheeran: di balik kemasan pesta itu, ia sedang bercerita tentang sesuatu yang gelap. Lagu ini bukan ode untuk bersenang-senang, melainkan potret seseorang yang terjebak dalam pola hidup merusak diri sendiri.
Kebiasaan buruk yang dimaksud Ed Sheeran selalu muncul ketika matahari terbenam. Begitu malam datang, godaan itu kembali, dan ia menyerah lagi dan lagi. Yang membuat lagu ini cerdas adalah kontras antara musik yang gembira dan lirik yang penuh penyesalan. Banyak pendengar bergoyang riang sambil sebenarnya menyanyikan tentang siklus kecanduan yang sulit diputus. Ini adalah jenis kejujuran yang jarang dibungkus seapik ini.
Buat penggemar musik Barat di Indonesia yang sudah lama mengenal Ed Sheeran lewat balada-balada lembut seperti "Perfect" atau "Thinking Out Loud", "Bad Habits" terasa seperti penampakan Ed yang sama sekali berbeda. Tidak ada gitar akustik yang menenangkan. Tidak ada lilin dan suasana pernikahan. Yang ada justru rambut pirang platinum, taring, dan dunia malam yang berkilau penuh bahaya.
Ed Sheeran yang ingin keluar dari kotak
Untuk memahami "Bad Habits", kita perlu tahu di titik mana Ed Sheeran berada saat merilisnya. Lagu ini keluar pada pertengahan 2021, sebagai single pembuka dari album keempatnya yang berjudul "=" (dibaca "Equals"). Sebelumnya, Ed sempat menghilang sejenak dari sorotan utama. Ia menikah, dan reportedly memilih menjauh dari hiruk-pikuk demi menata kehidupan pribadi. Ketika ia kembali, ia sengaja ingin mengejutkan semua orang.
Ed pernah mengatakan dalam berbagai wawancara bahwa ia bosan diberi label sebagai "cowok dengan gitar". Dunia sudah terlanjur mengotakkannya sebagai penyanyi balada romantis yang aman. "Bad Habits" adalah caranya mendobrak kotak itu. Ia menggandeng produser Fred again.. (Fred Gibson) dan Johnny McDaid untuk membangun sesuatu yang lebih dekat ke dance-pop dan bahkan menyentuh nuansa era 80-an. Hasilnya adalah lagu yang lebih cocok diputar di klub malam daripada di kafe akustik.
Yang paling ikonik dari era ini adalah video musiknya. Di sana, Ed Sheeran berubah menjadi vampir berambut platinum dengan jas pink mencolok dan riasan pucat. Ia berkeliaran di kota saat malam, memimpin sekawanan makhluk malam dalam pesta liar. Konsep vampir ini bukan sekadar gimik visual. Vampir adalah simbol sempurna untuk tema lagu: makhluk yang hanya hidup di malam hari, didorong oleh hasrat yang tak bisa dilawan, dan terjebak dalam siklus yang tak berujung. Sama persis dengan kebiasaan buruk yang dinyanyikan.
Ada koneksi menarik buat pendengar Indonesia. Ed Sheeran bukan nama asing di sini. Ia sempat menggelar konser besar di Jakarta, dan lagu-lagunya rutin menghiasi tangga lagu radio serta playlist anak muda. Ketika "Bad Habits" rilis, lagu ini langsung menyebar di berbagai platform media sosial yang populer di Indonesia. Banyak kreator konten lokal menggunakan beat-nya untuk video pendek, dan ada periode di mana melodi pembukanya seakan ada di mana-mana, dari mal di Jakarta sampai story Instagram remaja di kota-kota kecil. Lagu ini membuktikan bahwa Ed bisa berbicara bahasa pop global tanpa kehilangan pendengar setianya.
Membaca makna di balik kemasan pesta
Inti dari "Bad Habits" adalah pergulatan batin seseorang yang tahu bahwa sesuatu buruk untuknya, tapi tetap melakukannya. Ed Sheeran menggambarkan bagaimana kebiasaan buruk itu selalu dimulai dengan niat yang tampak tidak berbahaya. Awalnya cuma sekali, cuma malam ini saja, cuma untuk bersenang-senang sebentar. Tapi kenyataannya, "sebentar" itu berubah menjadi berlarut-larut hingga subuh, dan apa yang terasa membebaskan justru menjeratnya semakin dalam.
Yang membuat penulisan lirik ini cerdas adalah ambiguitasnya. Ed sengaja tidak menyebutkan secara spesifik apa kebiasaan buruk itu. Bisa jadi soal alkohol, soal pesta yang tak ada habisnya, soal hubungan yang merusak, atau bahkan soal cinta yang menjadi candu. Karena tidak dijelaskan, setiap pendengar bisa menempelkan kebiasaan buruk mereka sendiri ke dalam lagu ini. Inilah kenapa "Bad Habits" terasa personal bagi begitu banyak orang yang sangat berbeda.
Ed juga menyentuh tema pengulangan dan penyesalan. Ada pengakuan bahwa hal-hal ini selalu berakhir buruk, bahwa pagi hari membawa rasa bersalah, dan bahwa ia tahu seharusnya berhenti. Tapi ketika malam datang lagi, semua tekad itu menguap. Pola ini adalah esensi dari kecanduan: bukan karena tidak tahu itu salah, melainkan karena godaannya terlalu kuat untuk dilawan dengan kemauan semata. Ed menggambarkan dirinya menyerah pada bisikan itu dengan semacam pasrah yang menyedihkan, dibungkus melodi yang anehnya terdengar megah.
Kontras inilah jantung dari lagunya. Musik yang gembira mewakili sensasi nikmat sesaat dari kebiasaan buruk itu, perasaan euforia yang membuatmu terus kembali. Sementara lirik yang gelap mewakili kenyataan pahit yang menunggu setelah euforia mereda. Dengan menyandingkan keduanya, Ed Sheeran sebenarnya menggambarkan dengan tepat bagaimana rasanya terjebak: bagian indahnya nyata, dan justru karena itu, sulit untuk berhenti.
Kebangkitan dan warisan budaya
"Bad Habits" menjadi salah satu kesuksesan komersial terbesar dalam karier Ed Sheeran. Lagu ini bertengger di puncak tangga lagu Inggris selama berminggu-minggu, dan dilaporkan menjadi salah satu lagu terlama yang bertahan di posisi nomor satu di sana. Di berbagai negara, termasuk di Asia, lagu ini mendominasi platform streaming sepanjang sisa tahun 2021. Ini bukan kesuksesan kecil, terutama mengingat lagu ini adalah pertaruhan kreatif yang menjauh dari zona nyaman Ed.
Yang membuat lagu ini penting secara budaya adalah keberaniannya melawan ekspektasi. Pada saat banyak artis bermain aman dengan formula yang sudah terbukti, Ed memilih bereksperimen dengan suara yang lebih elektronik dan visual yang teatrikal. Estetika vampir dari video musiknya menjadi momen budaya pop tersendiri. Ed bahkan tampil dengan kostum dan riasan itu di berbagai acara penghargaan, mengubah single ini menjadi sebuah persona artistik yang utuh, bukan sekadar lagu.
Lagu ini juga menandai pendalaman kolaborasi Ed dengan Fred again.., yang kemudian menjadi salah satu nama paling dibicarakan di dunia musik elektronik. Bisa dibilang, "Bad Habits" adalah jembatan yang membawa sensibilitas pop Ed Sheeran ke ranah dansa yang lebih luas, dan sekaligus membawa nuansa elektronik ke audiens mainstream yang besar. Persilangan inilah yang membuat lagu ini terasa segar dan relevan, bukan sekadar pop biasa.
Di Indonesia, warisan lagu ini terasa lewat seberapa sering ia muncul kembali. Ia tetap jadi pilihan di kafe, di playlist olahraga, dan di acara-acara. Beat-nya cukup universal untuk membuat orang bergerak, sementara temanya cukup dalam untuk membuat orang merenung jika mereka benar-benar mendengarkan. Kombinasi langka ini yang membuatnya bertahan lama.
Kenapa lagu ini masih bicara ke kita hari ini
Tema "Bad Habits" terasa abadi karena setiap orang punya kebiasaan buruknya sendiri. Mungkin kamu tidak kecanduan alkohol atau pesta, tapi siapa yang tidak pernah scrolling ponsel sampai dini hari padahal tahu besok harus bangun pagi? Siapa yang tidak pernah kembali ke kebiasaan yang merusak meski sudah berjanji berhenti? Lagu ini menangkap perasaan universal tentang manusia yang berperang melawan dirinya sendiri, dan kalah berulang kali.
Di era media sosial dan stimulasi tanpa henti, tema ini bahkan terasa lebih relevan daripada saat lagu ini dirilis. Kita hidup di dunia yang dirancang untuk membuat kita kecanduan, dari notifikasi yang tak ada habisnya hingga konten yang dibuat agar kita terus menggulir. "Bad Habits" mungkin berbicara tentang dunia malam, tapi metaforanya cocok untuk semua bentuk kecanduan modern yang menjebak kita dengan janji kenikmatan sesaat.
Ada juga kejujuran emosional yang membuat lagu ini terasa hangat meski temanya gelap. Ed Sheeran tidak menggurui atau menghakimi. Ia tidak berkata "berhentilah melakukan ini". Ia hanya mengakui, dengan kerentanan yang manusiawi, bahwa ia pun terjebak, bahwa ia pun lemah, bahwa ia pun terus kembali. Pengakuan tanpa kesempurnaan inilah yang membuat pendengar merasa tidak sendirian dalam pergulatan mereka.
Dan tentu saja, ada faktor sederhana: lagu ini enak didengar. Sebuah lagu bisa punya pesan terdalam di dunia, tapi tetap perlu membuat orang ingin memutarnya berulang kali. "Bad Habits" berhasil melakukan keduanya. Ia mengajakmu berdansa sekaligus berpikir, dan itu adalah keseimbangan yang sangat sulit dicapai. Itulah alasan kenapa, bertahun-tahun setelah rilis, lagu ini masih punya tempat di hati banyak orang, termasuk di Indonesia.
Cara menyelami lebih dalam
🎧 Larut dalam suaranya
Cara terbaik memahami transformasi Ed Sheeran adalah dengan mendengarkan album lengkapnya. Album "=" memperlihatkan keseimbangan antara sisi dansa yang baru dan balada yang sudah jadi ciri khasnya. Dengan begitu kamu bisa merasakan di mana "Bad Habits" duduk dalam perjalanan artistiknya.
📚 Ikuti kisahnya
Untuk memahami pikiran di balik karya Ed Sheeran, ada baiknya membaca tentang perjalanan kariernya dan bagaimana ia membangun lagu dari nol. Buku tentang penulisan lagu pop juga membuka mata soal kenapa kontras gembira dan gelap bisa begitu kuat. Kisah-kisah ini memberi konteks yang membuat lagu terasa lebih kaya.
🌍 Kunjungi tempatnya
Ed Sheeran berasal dari Inggris, dan dunia musik London serta budaya klub malamnya sangat membentuk nuansa "Bad Habits". Menjelajahi panduan perjalanan ke Inggris bisa membantumu memahami atmosfer tempat lagu ini lahir. Estetika malam kota Eropa terasa hidup dalam musiknya.
🎸 Rasakan sendiri
Ed Sheeran terkenal membangun lagunya secara live menggunakan loop pedal, satu lapisan suara di atas lapisan lainnya. Mencoba alat yang sama bisa memberimu apresiasi baru atas seberapa cerdas penataannya. Mulai dari gitar hingga peralatan produksi, kamu bisa mencoba menciptakan kebiasaanmu sendiri di musik.
🤖 Tanya lebih banyak:
- Apa makna sebenarnya di balik konsep vampir dalam video musik "Bad Habits"?
- Bagaimana kolaborasi Ed Sheeran dengan Fred again.. mengubah arah musiknya?
- Lagu Ed Sheeran mana lagi yang punya tema gelap di balik melodi yang ceria?