Another Part of Me
We couldn't link a Spotify track for this story. Try searching the title on song.link to find it on your preferred service.
Lagu yang Lahir dari Luar Angkasa
Banyak orang mengira "Another Part of Me" adalah lagu yang ditulis khusus untuk album Bad. Kenyataannya jauh lebih menarik. Lagu ini awalnya lahir untuk sebuah film pendek tiga dimensi bernama Captain EO, sebuah proyek ambisius yang diputar di taman hiburan Disney sejak tahun 1986. Bayangkan: Michael Jackson berperan sebagai kapten pesawat luar angkasa, memimpin kru yang terdiri dari makhluk-makhluk aneh dan lucu, lalu mengubah planet yang suram menjadi penuh warna hanya dengan kekuatan musik dan tarian.
Di sinilah letak kejutan pertamanya. Lagu yang kini dikenal sebagai salah satu single dari album terlaris itu sebenarnya lebih dulu didengar oleh pengunjung taman hiburan ketimbang pendengar radio. Orang-orang yang duduk dengan kacamata 3D di Disneyland, California, sudah menikmati versi awal lagu ini sebelum albumnya dirilis pada Agustus 1987. Jadi, ketika "Another Part of Me" akhirnya masuk ke dalam Bad, lagu itu membawa serta jejak petualangan antarbintang yang membuatnya berbeda dari lagu-lagu lain di album tersebut.
Dan inilah kejutan kedua: di balik nuansa futuristik dan irama funk yang menghentak, lagu ini menyimpan pesan yang sangat membumi. Bukan tentang alien, bukan tentang perang bintang, melainkan tentang manusia yang saling terhubung.
Latar Belakang: Michael di Puncak Dunia
Untuk memahami "Another Part of Me", kita perlu kembali ke pertengahan dekade 1980-an. Michael Jackson baru saja mencetak sejarah dengan Thriller (1982), album yang disebut-sebut sebagai album terlaris sepanjang masa. Dunia menunggu apa yang akan ia lakukan selanjutnya, dan tekanan untuk melampaui pencapaian itu konon sangat besar. Michael bahkan dikabarkan menempelkan angka target penjualan yang sangat tinggi di cermin kamarnya sebagai pengingat ambisinya.
Di tengah persiapan album baru itu, datang tawaran yang tidak biasa. Disney ingin membuat atraksi film 3D yang spektakuler, dan mereka mengumpulkan nama-nama besar: George Lucas, sang pencipta Star Wars, bertindak sebagai produser eksekutif, sementara Francis Ford Coppola, sutradara The Godfather, duduk di kursi sutradara. Michael Jackson menjadi bintangnya. Kombinasi ini terdengar seperti mimpi para penggemar film dan musik pada masa itu, dan biaya produksinya pun dikabarkan termasuk yang paling mahal untuk film berdurasi pendek pada zamannya.
Untuk film tersebut, Michael menyumbangkan dua lagu: "We Are Here to Change the World" dan "Another Part of Me". Lagu kedua inilah yang kemudian disempurnakan bersama produser legendaris Quincy Jones dan dimasukkan ke dalam Bad. Menurut berbagai catatan, lagu ini termasuk salah satu yang dipilih pada tahap akhir penyusunan album, menggeser beberapa kandidat lain yang sudah direkam. Michael sendiri yang menulis dan menggubah lagu ini, sesuatu yang penting dicatat karena pada era Bad, ia ingin membuktikan diri sebagai penulis lagu, bukan hanya penyanyi dan penari.
Ada juga benang merah yang menarik bagi pembaca di Asia. Captain EO tidak hanya diputar di Amerika Serikat, tetapi juga di Tokyo Disneyland, taman hiburan Disney pertama di luar Amerika. Bagi banyak keluarga Indonesia yang berlibur ke Jepang pada akhir 1980-an dan 1990-an, menonton Michael Jackson dalam format 3D di Tokyo konon menjadi salah satu pengalaman yang paling dikenang. Pada masa ketika video musik masih sulit diakses dan kaset bajakan beredar di pasar-pasar Jakarta, bisa melihat sang Raja Pop "keluar" dari layar terasa seperti keajaiban tersendiri.
Album Bad sendiri sangat populer di Indonesia. Kaset-kasetnya diputar di toko musik, di angkot, di acara tujuhbelasan, bahkan di lomba-lomba menari di sekolah. Generasi yang tumbuh pada era itu mungkin mengingat "Another Part of Me" sebagai lagu yang sering muncul di sisi kaset yang jarang diputar ulang, padahal di baliknya tersimpan cerita yang jauh lebih besar.
Makna Inti: Kita Semua adalah Satu
Jika dengarkan sekilas, "Another Part of Me" terdengar seperti lagu pesta dengan groove funk yang tebal, synthesizer yang berkilau, dan hentakan drum yang khas era 80-an. Namun lirik lagu ini, bila diurai dengan tenang, sebenarnya berbicara tentang kesadaran kolektif.
Narator lagu ini digambarkan sebagai sosok yang datang membawa pesan penting. Ia seolah berbicara kepada seluruh umat manusia, mengatakan bahwa sudah waktunya kita bersatu. Ada gambaran tentang momen besar ketika banyak hal di alam semesta berada dalam satu garis, sebuah metafora tentang waktu yang tepat untuk perubahan. Dalam konteks film Captain EO, ini sangat masuk akal: sang kapten datang ke planet yang gelap untuk membawa cahaya.
Tetapi Michael melangkah lebih jauh. Judulnya sendiri adalah kunci utama. Ketika ia menyebut seseorang sebagai "bagian lain dari dirinya", ia tidak sedang berbicara tentang kekasih atau sahabat saja. Ia sedang mengatakan bahwa setiap orang yang mendengarkan lagu ini adalah bagian dari dirinya, dan ia adalah bagian dari mereka. Batas-batas antara "aku" dan "kamu" dibuat kabur. Pesan ini mirip dengan gagasan bahwa melukai orang lain sama saja dengan melukai diri sendiri.
Lagu ini juga dipenuhi nada optimis dan ajakan untuk bergerak. Narator tidak sekadar merenung; ia mengumpulkan orang, mengirimkan pesan cinta dalam skala besar, dan meyakinkan pendengar bahwa kekuatan bersama bisa mengubah keadaan. Ada rasa urgensi, seperti seorang pemimpin yang berdiri di depan barisan dan berkata bahwa inilah saatnya.
Yang menarik, pesan persatuan global ini akan menjadi tema berulang dalam karier Michael. Dua tahun sebelumnya, ia ikut menulis "We Are the World" (1985) bersama Lionel Richie untuk membantu korban kelaparan di Afrika. Setelah itu, lagu-lagu seperti "Man in the Mirror", "Heal the World", dan "Earth Song" akan melanjutkan semangat yang sama. "Another Part of Me" bisa dilihat sebagai jembatan di antara semua itu, versi yang lebih funky dan lebih ringan dari pesan kemanusiaan yang terus ia bawa.
Bagi pendengar Indonesia, gagasan ini mungkin terasa akrab. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu, punya semangat yang sangat mirip dengan inti lagu ini. Michael mungkin tidak pernah mendengar semboyan tersebut, tetapi pesannya tentang kesatuan di tengah perbedaan seolah berbicara dalam bahasa yang sama.
Konteks Budaya dan Warisan
"Another Part of Me" dirilis sebagai single keenam dari Bad pada pertengahan 1988. Di Amerika Serikat, lagu ini dikabarkan mencapai posisi sebelas di tangga lagu Billboard Hot 100 dan menduduki puncak tangga lagu R&B. Bagi kebanyakan artis, itu adalah pencapaian luar biasa. Namun untuk album Bad, yang mencetak lima single nomor satu berturut-turut di Hot 100, hasil ini justru sering dianggap sebagai "penurunan". Ini menunjukkan betapa tingginya standar yang diberikan publik kepada Michael pada masa itu.
Di atas panggung, lagu ini justru bersinar terang. Selama Bad World Tour (1987 sampai 1989), tur dunia solo pertama Michael, "Another Part of Me" kerap dibawakan dengan energi tinggi. Tur itu singgah di Jepang, Australia, Eropa, dan Amerika, dan disebut-sebut memecahkan rekor jumlah penonton pada zamannya. Salah satu penampilan yang paling terkenal adalah konser di Stadion Wembley, London, pada Juli 1988, yang kabarnya dihadiri Pangeran Charles dan Putri Diana. Rekaman konser Wembley tersebut kemudian dirilis secara resmi bertahun-tahun kemudian, dan versi live "Another Part of Me" di dalamnya sering dipuji para penggemar karena terdengar lebih bertenaga dibanding versi studio.
Video musik resmi lagu ini juga menarik karena tidak dibuat dengan konsep sinematik seperti "Bad" atau "Smooth Criminal". Sebaliknya, video tersebut menampilkan cuplikan-cuplikan konser dari tur, memperlihatkan lautan penonton, kostum panggung yang ikonik, dan koreografi Michael yang presisi. Pilihan ini secara tidak langsung memperkuat pesan lagu: persatuan itu nyata, dan bisa dilihat pada ribuan orang dari berbagai negara yang bernyanyi bersama.
Sementara itu, Captain EO sendiri memiliki perjalanan panjang. Atraksi ini sempat ditutup pada akhir 1990-an, tetapi setelah Michael wafat pada 2009, Disney menghidupkannya kembali sebagai bentuk penghormatan. Selama beberapa tahun, generasi baru bisa merasakan kembali pengalaman yang dulu dinikmati orang tua mereka, termasuk mendengar "Another Part of Me" menggema di dalam teater.
Dari sisi musik, lagu ini sering dianggap sebagai contoh sempurna gaya produksi Quincy Jones di era akhir 80-an: lapisan synthesizer yang tebal, bassline yang terprogram namun terasa hidup, dan vokal Michael yang penuh dengan hentakan napas, teriakan kecil, serta ad-lib khasnya. Para produser dan musisi funk modern kerap menyebut era Bad sebagai referensi, dan "Another Part of Me" termasuk lagu yang menunjukkan bagaimana teknologi baru saat itu dipadukan dengan rasa groove yang tetap manusiawi.
Mengapa Lagu Ini Masih Terasa Relevan
Hampir empat dekade setelah dirilis, pesan "Another Part of Me" terasa semakin penting. Kita hidup di era media sosial yang, ironisnya, sering membuat orang semakin terpisah. Perbedaan pandangan politik, agama, dan budaya bisa memicu pertengkaran di kolom komentar dalam hitungan detik. Di tengah suasana seperti itu, lagu yang mengingatkan bahwa orang lain adalah bagian dari diri kita sendiri terdengar seperti obat penenang.
Selain itu, perhatian dunia terhadap isu global seperti perubahan iklim dan krisis kemanusiaan membuat gagasan "satu planet, satu keluarga" tidak lagi terdengar naif. Michael, dengan caranya yang teatrikal dan penuh warna, sudah menyuarakan hal itu jauh sebelum istilah "warga global" menjadi populer.
Lagu ini juga relevan karena sisi musikalnya. Tren musik retro 80-an kembali digandrungi, mulai dari synthwave hingga lagu-lagu pop modern yang meminjam suara drum dan synthesizer era itu. Anak-anak muda Indonesia yang menemukan Michael Jackson lewat TikTok atau playlist streaming sering kali terkejut bahwa lagu-lagu "lama" ini terdengar segar dan tidak ketinggalan zaman. "Another Part of Me" adalah salah satu permata yang layak ditemukan kembali, terutama bagi mereka yang baru mengenal Bad dari lagu-lagu paling populernya saja.
Film biografi Michael (2026) juga ikut menyalakan kembali rasa penasaran publik terhadap perjalanan karier sang Raja Pop, termasuk era Bad dan tur dunianya. Banyak penonton yang pulang dari bioskop lalu menggali diskografinya lebih dalam, dan lagu-lagu seperti ini menjadi pintu masuk untuk memahami sisi Michael yang idealis dan penuh mimpi.
Pada akhirnya, "Another Part of Me" mengajarkan satu hal sederhana: bahwa lagu pesta pun bisa membawa pesan besar. Kita bisa berjoget sambil memikirkan dunia yang lebih baik. Dan mungkin, itulah keajaiban terbesar Michael Jackson.
Cara menyelami lebih dalam
🎧 Tenggelam dalam suaranya
- Album Bad (1987) — Dengarkan album ini dari awal sampai akhir dengan headphone yang bagus. Perhatikan bagaimana "Another Part of Me" terasa seperti tamu dari dunia lain di antara lagu-lagu yang lebih berfokus pada cinta dan citra diri, dan rasakan bagaimana lagu ini memberi napas optimisme pada album.
- Live at Wembley July 16, 1988 — Rekaman konser ini memperlihatkan energi luar biasa Michael di puncak kariernya. Versi live lagu ini sering dianggap lebih buas dan menggetarkan, dengan sorakan penonton yang membuat pesan persatuannya terasa nyata.
- Edisi Bad 25 — Rilisan peringatan 25 tahun album ini memuat demo dan materi tambahan dari sesi rekaman. Mendengarkannya memberi gambaran tentang proses kreatif Michael dan Quincy Jones dalam memilih lagu-lagu terbaik.
📚 Ikuti kisahnya
- Moonwalk — Autobiografi Michael Jackson yang terbit pada 1988, tepat di tengah era Bad. Di dalamnya ia bercerita tentang masa kecil, tekanan ketenaran, dan cara pandangnya terhadap musik, sehingga pembaca bisa memahami dari mana semangat lagu ini berasal.
- Man in the Music karya Joseph Vogel — Buku ini membedah karya-karya Michael lagu demi lagu dengan pendekatan kritis dan penuh hormat. Bagian tentang era Bad sangat membantu untuk memahami konteks produksi dan pesan di balik setiap lagu.
- Film biografi Michael (2026) — Film ini membawa kembali kisah hidup sang Raja Pop ke layar lebar. Menontonnya bisa menjadi titik awal yang emosional sebelum menyelami diskografinya lebih dalam.
🌍 Kunjungi tempat-tempatnya
- Tokyo Disneyland, Jepang — Taman hiburan Disney pertama di luar Amerika ini pernah memutar Captain EO selama bertahun-tahun. Bagi pelancong Indonesia, Tokyo adalah tujuan yang relatif dekat, dan berjalan di area Tomorrowland bisa membangkitkan imajinasi tentang pengalaman menonton Michael dalam 3D.
- Disneyland, Anaheim, California — Di sinilah Captain EO pertama kali diputar pada 1986. Walau atraksinya kini sudah tidak ada, suasana taman ini masih menyimpan jejak era ketika Michael menjadi bagian dari keajaiban Disney.
- Stadion Wembley, London — Lokasi salah satu konser paling ikonik dari Bad World Tour. Stadion ini telah dibangun ulang, tetapi berdiri di sana tetap memberi rasa terhubung dengan malam bersejarah ketika puluhan ribu orang bernyanyi bersama Michael.
🎸 Rasakan sendiri
- Belajar koreografi era Bad — Cari video konser dari tur Bad dan coba tiru gerakan-gerakan dasarnya bersama teman. Menari bersama adalah cara paling pas untuk merasakan pesan persatuan dalam lagu ini.
- Mainkan bassline-nya — Bagi pemain bass atau keyboard, groove lagu ini adalah latihan funk yang menantang sekaligus menyenangkan. Mencoba memainkannya akan membuatmu menghargai ketelitian produksi Quincy Jones.
- Adakan malam dengar bersama — Kumpulkan keluarga atau teman lintas generasi, putar album Bad, lalu ceritakan kenangan masing-masing tentang Michael. Lagu tentang kebersamaan paling indah dinikmati bersama-sama.
-
Benarkah "Another Part of Me" awalnya dibuat untuk film Disney?
Ya, lagu ini pertama kali muncul dalam Captain EO, film pendek 3D yang diputar di taman hiburan Disney sejak 1986. Film itu diproduksi oleh George Lucas dan disutradarai Francis Ford Coppola, lalu versi lagu yang disempurnakan kemudian dimasukkan ke album Bad pada 1987. -
Mengapa lagu ini tidak mencapai nomor satu seperti single Bad lainnya?
Lagu ini dikabarkan mencapai posisi sebelas di Billboard Hot 100, meski sempat memuncaki tangga lagu R&B. Salah satu alasannya mungkin karena dirilis sebagai single keenam, ketika album sudah beredar sangat luas dan sebagian besar penggemar telah memilikinya. -
Apa hubungan pesan lagu ini dengan karya Michael yang lain?
Pesan persatuan dalam "Another Part of Me" sejalan dengan "We Are the World", "Man in the Mirror", "Heal the World", dan "Earth Song". Bedanya, lagu ini membungkus gagasan kemanusiaan itu dalam irama funk yang ringan dan penuh semangat, sehingga terasa seperti ajakan berpesta untuk dunia yang lebih baik.