SONGFABLE · 2015

Whiskey and You

CHRIS STAPLETON · 2015

TL;DR: Lagu ini terdengar seperti gumaman orang mabuk di ujung bar, padahal isinya perbandingan yang dingin dan sangat rapi antara dua hal yang sama-sama menghancurkan seorang pria. Kesimpulannya yang bikin merinding: botol wiski justru jujur soal apa yang ia lakukan padanya, sementara cinta yang ia kehilangan adalah pihak yang benar-benar berbohong.
Listen elsewhere

We couldn't link a Spotify track for this story. Try searching the title on song.link to find it on your preferred service.

Bukan lagu mabuk, tapi lagu pembukuan

Kalau kamu memutar "Whiskey and You" tanpa memperhatikan liriknya, kamu akan menyangka ini lagu patah hati standar: pria, bar, gelas, penyesalan. Formula yang sudah dipakai ribuan kali di musik country, blues, sampai lagu galau Indonesia.

Tapi begitu kamu benar-benar menyimak, ada sesuatu yang aneh. Narator lagu ini tidak sedang merengek. Ia sedang menghitung. Ia menaruh dua hal berdampingan di atas meja — minuman keras di satu sisi, perempuan yang meninggalkannya di sisi lain — lalu memeriksa keduanya satu per satu seperti akuntan yang memeriksa dua kolom neraca. Keduanya membuatnya lemah. Keduanya merobohkannya. Keduanya meninggalkan rasa yang tidak hilang-hilang dari mulutnya.

Dan setelah semua perbandingan itu selesai, ia sampai pada satu perbedaan tunggal, dan perbedaan itulah seluruh isi lagu ini. Wiski tidak pernah berpura-pura menjadi sesuatu yang lain. Ia bening, ia membakar, dan ia mengaku apa adanya sebagai racun. Yang satu lagi datang dengan wajah manis, janji, dan masa depan — lalu melakukan kerusakan yang jauh lebih dalam. Efek alkohol akan luntur besok pagi. Yang satunya tidak pernah benar-benar luntur.

Itulah kenapa lagu ini, dinyanyikan dengan suara serak seorang pria besar berjanggut dari Kentucky dengan iringan gitar akustik yang nyaris telanjang, terasa seperti sesuatu yang lebih besar daripada lagu patah hati biasa.

Penulis lagu yang bersembunyi sebelas tahun

Untuk mengerti kenapa "Whiskey and You" terdengar begitu matang, kamu perlu tahu bahwa Chris Stapleton bukan pendatang baru pada 2015, meskipun dunia baru mengenalnya tahun itu.

Ia lahir pada 1978 di Lexington, Kentucky, dan besar di wilayah timur Kentucky, daerah pertambangan batu bara di mana ayahnya konon bekerja sebagai penambang. Ia sempat masuk Vanderbilt University untuk belajar teknik, lalu berhenti dan pindah ke Nashville pada awal 2000-an dengan satu tujuan sederhana: menulis lagu untuk orang lain.

Dan ia berhasil, meski tanpa wajahnya pernah muncul di sampul album. Selama lebih dari satu dekade, Stapleton adalah salah satu penulis lagu paling produktif di Music Row. Lagu-lagunya dinyanyikan oleh Kenny Chesney, Darius Rucker, Luke Bryan, Lee Ann Womack, dan puluhan nama lain. Ratusan lagunya direkam orang lain. Di sela-sela itu ia menjadi vokalis band bluegrass The SteelDrivers — di mana suara seraknya itu sudah membuat penggemar bluegrass terkejut — lalu band southern rock The Jompson Brothers.

"Whiskey and You" sendiri lahir jauh sebelum 2015. Lagu ini ditulis Stapleton bersama Lee Thomas Miller, dan versi rekaman pertamanya yang dirilis secara resmi konon adalah milik Tim McGraw, yang memasukkannya ke album Let It Go pada 2007. Versi McGraw adalah produksi country arus utama: rapi, berlapis, penuh. Bagus, tapi sopan.

Lalu pada 2015 Stapleton merekamnya sendiri untuk album debut solonya, Traveller, bersama produser Dave Cobb di Nashville. Dan ia melakukan hal yang berani: ia melucuti semuanya. Tidak ada drum, tidak ada bass, tidak ada paduan suara. Hanya satu gitar akustik dan satu suara di dalam ruangan, direkam sedemikian rupa sehingga kamu bisa mendengar ruangnya, napasnya, jari yang bergeser di senar. Beberapa laporan menyebut versi ini diambil nyaris dalam satu take. Entah benar atau tidak, hasilnya memang terdengar seperti sesuatu yang terjadi sekali saja dan tidak bisa diulang.

Album Traveller sendiri punya latar yang berat: ayah Stapleton meninggal pada 2013, dan konon setelah itu ia dan istrinya, Morgane, melakukan perjalanan darat panjang ke barat daya Amerika dengan mobil tua. Banyak perasaan kehilangan di album itu. "Whiskey and You" bukan lagu tentang ayahnya, tapi ia berada di lingkungan emosional yang sama — album tentang orang yang sedang menghitung apa saja yang sudah hilang.

Buat pendengar Indonesia, ada jembatan kultural yang cukup jelas di sini, dan menariknya jembatan itu bukan soal alkohol. Indonesia punya tradisi lagu patah hati yang justru jauh lebih dalam daripada kebanyakan negara: dari Ebiet G. Ade yang menulis kehilangan seperti orang menulis surat, sampai fenomena "ambyar" ala Didi Kempot yang membuat ribuan orang menangis dan berjoget bersama untuk lagu yang isinya ditinggal pergi. Yang dilakukan Stapleton di lagu ini pada dasarnya sama: menjadikan kesedihan pribadi sebagai ruang yang bisa dimasuki bersama-sama. Bedanya hanya properti panggungnya. Di Amerika Selatan properti itu botol dan bar. Di Indonesia, pelarian yang setara lebih sering berupa kopi tubruk jam dua pagi di angkringan atau warkop, rokok yang tidak dihitung lagi jumlahnya, dan teman yang diam saja sambil mendengarkan. Ganti wiski dengan kopi dan malam yang terlalu panjang, dan lagu ini langsung terasa seperti ditulis di Yogyakarta.

Membedah maknanya: dua luka yang tidak setara

Inti lagu ini adalah satu struktur retoris yang dijalankan dengan disiplin luar biasa.

Narator membangun daftar kemiripan. Ia menunjukkan bagaimana keduanya — minuman itu dan perempuan itu — memberi efek yang sangat mirip pada dirinya. Sama-sama membuatnya kehilangan kendali. Sama-sama membuatnya melakukan hal yang tidak ingin ia ingat. Sama-sama meninggalkan rasa terbakar yang bertahan lama setelah penyebabnya pergi. Sama-sama membuatnya merasa ada di tempat terbawah yang bisa dicapai seorang manusia.

Perhatikan bahwa ia tidak pernah menyalahkan siapa pun secara terbuka. Tidak ada kemarahan, tidak ada tuduhan, tidak ada permohonan untuk kembali. Ini bukan lagu yang ditulis untuk dikirim ke mantan. Ini lagu yang ditulis untuk diri sendiri, jam tiga pagi, ketika semua orang sudah pulang.

Lalu datang pembalikannya. Setelah membuktikan bahwa keduanya identik, narator menunjukkan satu titik di mana keduanya berbeda total — dan titik itu adalah soal kejujuran. Minuman keras itu transparan dalam dua arti sekaligus: kamu bisa melihat menembusnya, dan ia tidak menyembunyikan maksudnya. Ia tidak pernah menjanjikan kebahagiaan, keluarga, atau hari tua bersama. Ia cuma menjanjikan akan membakar tenggorokanmu, dan ia menepati janji itu setiap kali.

Yang satunya tidak begitu. Yang satunya datang dengan seluruh masa depan terlampir di dalamnya, lalu pergi membawa masa depan itu. Dan di situlah kalimat kunci lagu ini bekerja: luka dari botol bisa sembuh, luka dari kebohongan tidak.

Yang membuat ini brilian adalah bagaimana lagu itu menolak memberimu katarsis. Tidak ada klimaks band penuh, tidak ada jeritan gitar. Suaranya naik, ya, karena suara Stapleton memang seperti kendaraan yang tidak punya rem halus. Tapi aransemennya tetap tinggal di tempat, kosong, seperti seseorang yang sudah terlalu lelah untuk membanting apa pun. Kekosongan itu adalah keputusan artistik, dan itulah yang membuat versi 2015 ini jauh lebih menyakitkan daripada versi mana pun sebelumnya.

Ketika pintu bar itu akhirnya terbuka untuk publik

Pada awal 2015, Traveller dirilis dan dipuji kritikus, tapi penjualannya biasa saja. Country radio Amerika saat itu sedang berada di puncak era yang kemudian dijuluki "bro-country": lagu-lagu ceria tentang truk, pantai, dan gadis bercelana jins. Suara Stapleton yang serak dan gelap tidak masuk format mana pun.

Lalu terjadi malam yang sekarang selalu dikutip orang: CMA Awards, November 2015. Stapleton, yang oleh kebanyakan penonton televisi bahkan belum dikenal namanya, tampil bersama Justin Timberlake membawakan "Tennessee Whiskey". Malam itu ia juga memenangi sejumlah penghargaan besar, termasuk Album of the Year. Setelah siaran itu, penjualan Traveller meledak. Seorang penulis lagu yang selama sebelas tahun bekerja di balik layar tiba-tiba menjadi nama rumah tangga hampir dalam semalam.

"Whiskey and You" ikut terangkat oleh gelombang itu, dan menariknya ia justru menjadi favorit khusus banyak penggemar berat — lagu yang dipilih orang untuk dibawa pulang, bukan lagu yang dipilih orang untuk pesta. Di panggung, ia sering menjadi momen ketika seluruh arena mendadak sunyi. Beberapa ribu orang yang beberapa menit sebelumnya berteriak-teriak tiba-tiba diam, karena satu gitar akustik menuntut jenis perhatian yang berbeda.

Efek lanjutannya cukup besar untuk industri. Keberhasilan Stapleton menjadi bukti bahwa ada pasar besar untuk musik country yang berakar pada soul, blues, dan penulisan lagu serius — sesuatu yang selama bertahun-tahun dianggap tidak komersial oleh radio. Gelombang artis setelahnya banyak berutang pada pintu yang ia buka.

Kenapa lagu ini masih menghantam sampai sekarang

Karena "Whiskey and You" sebenarnya bukan tentang alkohol sama sekali.

Ini lagu tentang mekanisme pelarian — apa pun bentuknya. Ganti botol dengan layar ponsel yang di-scroll sampai jam empat pagi. Ganti dengan pekerjaan yang sengaja ditumpuk supaya tidak ada ruang untuk berpikir. Ganti dengan hubungan baru yang kamu tahu tidak akan berarti apa-apa. Struktur perasaannya identik: kamu memilih racun yang jujur karena racun itu setidaknya tidak akan mengkhianatimu dengan cara yang baru.

Ada juga sesuatu yang sangat modern dalam kejujuran lagu ini soal laki-laki dan kesedihan. Narator tidak berpose sebagai korban, tidak berpose sebagai orang kuat, dan tidak mencoba terlihat keren. Ia hanya mengakui, dengan tenang, bahwa ia rusak dan ia tahu persis apa yang merusaknya. Untuk banyak pendengar laki-laki — termasuk di Indonesia, di mana laki-laki masih sering diajari menyimpan semuanya sendiri — pengakuan setenang itu terasa melegakan.

Dan terakhir, ada alasan yang paling sederhana: lagu ini sangat sedikit. Satu suara, satu gitar. Di era ketika hampir semua rilisan dipoles sampai licin dan dioptimasi untuk tiga detik pertama di platform pendek, tiga menit yang berani kosong terdengar hampir radikal. Kamu tidak bisa mendengarkan lagu ini sambil mengerjakan hal lain. Ia menuntut kamu duduk. Dan itulah, mungkin, kemewahan sebenarnya yang ditawarkan "Whiskey and You".


Cara menyelami lebih dalam

🎧 Tenggelam dalam suaranya

📚 Menelusuri ceritanya

🌍 Mengunjungi tempatnya

🎸 Rasakan sendiri


🎵 Dengarkan lagu ini

🤖 Tanya lebih lanjut
Tags
10s