SONGFABLE · 2018

This Is America

CHILDISH GAMBINO · 2018 · ATLANTA, USA

TL;DR: Di balik hook yang riang dan groove yang bikin badan bergoyang, "This Is America" sebenarnya adalah kritik pedas tentang kekerasan senjata, rasisme, dan bagaimana budaya hiburan Amerika membuat kita berpaling dari penderitaan orang kulit hitam.
Listen elsewhere

We couldn't link a Spotify track for this story. Try searching the title on song.link to find it on your preferred service.

Sebuah jebakan yang dibungkus tarian

Bayangkan kamu sedang berjoget mengikuti irama yang menular, lalu tiba-tiba sadar bahwa selama kamu asyik menari, sesuatu yang mengerikan terjadi tepat di belakangmu. Itulah trik jenius yang dipasang Donald Glover — yang bermusik dengan nama Childish Gambino — dalam "This Is America". Lagu ini dirancang untuk membuatmu senang di permukaan, lalu perlahan-lahan menyeretmu ke jurang ketidaknyamanan yang justru menjadi intinya.

Yang membuat orang di seluruh dunia terkesima bukan hanya lagunya, tetapi video musiknya yang dirilis bersamaan pada Mei 2018. Dalam video itu, Glover menari dengan ekspresi karismatik sambil dikelilingi kekacauan — kerusuhan, kekerasan, dan kepanikan — yang seolah sengaja dibiarkan kabur di latar belakang. Pesan tersiratnya menohok: masyarakat Amerika (dan sejujurnya, dunia) begitu terpukau oleh tontonan dan selebriti kulit hitam sampai lupa memperhatikan tragedi yang menimpa komunitas yang sama. Lagu ini bukan sekadar hits, melainkan cermin yang ditodongkan ke wajah pendengarnya.

Donald Glover: seniman yang menolak dikotak-kotakkan

Untuk memahami betapa beraninya lagu ini, kamu perlu tahu siapa orang di baliknya. Donald Glover adalah salah satu sosok paling serbabisa di industri hiburan Amerika. Ia dikenal sebagai penulis naskah komedi "30 Rock", aktor dalam serial "Community", pencipta sekaligus bintang serial pemenang penghargaan "Atlanta", dan bahkan pernah memerankan Lando Calrissian muda di semesta "Star Wars". Sebagai musisi dengan nama Childish Gambino — nama yang konon ia dapatkan dari generator nama Wu-Tang Clan — ia sudah lama membangun reputasi.

Glover besar di sekitar Atlanta, Georgia, kota yang menjadi jantung budaya hip-hop dan musik kulit hitam Amerika modern. Atlanta bukan sekadar latar; ia adalah denyut kreatif yang membentuk kepekaan Glover terhadap identitas kulit hitam di Amerika. Ketika ia merilis "This Is America" di tengah karier yang sedang menanjak, banyak yang tidak menyangka bahwa seorang bintang yang biasanya lincah dan penuh humor akan menyerang begitu tajam.

Di sinilah ada jembatan menarik untuk pendengar Indonesia. Fenomena yang disorot lagu ini — masyarakat yang lebih sibuk merayakan hiburan viral daripada menghadapi persoalan sosial yang serius — terasa universal. Di Indonesia, kita pun akrab dengan bagaimana sebuah tragedi bisa tenggelam oleh tren joget di media sosial dalam hitungan jam. "This Is America" seolah berkata: perhatikan apa yang kita pilih untuk dilihat, dan apa yang kita pilih untuk abaikan. Meski konteksnya sangat Amerika, distraksi kolektif lewat hiburan adalah bahasa yang bisa dimengerti siapa pun yang punya ponsel dan akun media sosial.

Lagu ini disebut-sebut diproduksi bersama Ludwig Göransson, kolaborator lama Glover yang juga dikenal karena menggarap skor film "Black Panther". Kabarnya, penyanyi seperti Young Thug, 21 Savage, dan Quavo turut mengisi bagian-bagian tertentu, menambah tekstur yang membuat lagu terasa seperti kolase suara jalanan Amerika.

Membedah makna: keindahan dan kekerasan yang bergantian

Struktur "This Is America" sengaja dibuat pecah dan tidak mulus, dan itu adalah bagian dari pesannya. Lagu ini berayun bolak-balik antara dua dunia. Di satu sisi ada bagian yang lembut, penuh nyanyian koor bergaya gospel dan melodi yang hangat, mengingatkan pada akar musik spiritual kulit hitam. Di sisi lain, tiba-tiba masuk bagian trap yang keras, penuh bass menghentak dan vokal agresif. Peralihan mendadak ini menirukan pengalaman hidup orang kulit hitam di Amerika, tempat momen kegembiraan bisa direnggut kekerasan dalam sekejap.

Tanpa mengutip satu barisnya pun, inti liriknya bisa dijelaskan begini: suara riang di bagian awal menggambarkan citra hiburan dan kesenangan yang dijual Amerika kepada dunia. Lalu bagian yang lebih gelap menyingkap realitas di baliknya — uang, senjata, dan bahaya yang terus mengintai. Glover berulang kali menegaskan gagasan bahwa "inilah Amerika", sebuah pernyataan yang terdengar seperti sindiran getir sekaligus penerimaan pahit. Ia menyorot bagaimana orang kulit hitam sering diharapkan untuk menghibur — menari, membuat musik, menjadi tontonan — sementara persoalan hidup dan mati mereka diabaikan.

Ada juga lapisan tentang bagaimana budaya materialisme dan konsumsi menjadi pelarian. Alih-alih menghadapi persoalan, masyarakat didorong untuk terus berbelanja, terus bersenang-senang, terus terdistraksi. Lagu ini menuding kita semua — bukan hanya sistem, tetapi juga individu yang memilih untuk tidak melihat.

Video yang mengubah segalanya

Sulit membicarakan "This Is America" tanpa video musiknya, yang disutradarai Hiro Murai, kolaborator Glover di serial "Atlanta". Video ini penuh simbolisme yang dibedah habis-habisan oleh penonton dan kritikus di seluruh dunia. Setiap gerakan tarian, setiap detail di latar belakang, dan setiap momen kekerasan yang muncul tiba-tiba diteliti seakan-akan sebuah teka-teki.

Salah satu bacaan yang paling banyak dibicarakan adalah bagaimana Glover menggunakan gerakan tari yang gembira untuk mengalihkan perhatian penonton dari kekacauan di belakangnya — sebuah metafora langsung tentang bagaimana hiburan menutupi kekerasan. Beberapa pose yang ia ambil sebelum melakukan tindakan kekerasan dalam video disebut-sebut merujuk pada karikatur rasis kuno seperti sosok Jim Crow, mengingatkan pada sejarah panjang bagaimana orang kulit hitam digambarkan di media Amerika. Ada pula momen yang banyak ditafsirkan sebagai rujukan pada penembakan massal di gereja, sebuah pengingat pilu akan kekerasan senjata yang menghantui Amerika.

Video ini viral secara global dalam hitungan hari. Orang-orang menonton berulang kali, menjeda di setiap frame, dan berbagi teori. Fenomena ini sendiri seperti membuktikan tesis lagu tersebut: bahkan kritik paling tajam terhadap budaya tontonan pun bisa menjadi tontonan viral berikutnya.

Warisan dan pengakuan

"This Is America" menorehkan sejarah. Lagu ini menjadi lagu rap pertama yang memenangkan Grammy untuk kategori Record of the Year sekaligus Song of the Year pada 2019 — sebuah pencapaian yang mengejutkan mengingat betapa gelap dan tidak kompromistis pesannya. Kemenangan ini menandai momen ketika industri musik arus utama secara resmi mengakui sebuah karya yang secara terang-terangan mengkritik masyarakat Amerika sendiri.

Yang membuatnya semakin berkesan, Glover merilis lagu ini tepat setelah tampil menjadi pembawa acara di "Saturday Night Live", panggung yang sangat arus utama. Pilihan waktu itu terasa sengaja: menyelipkan pesan radikal ke dalam saluran hiburan yang paling mapan. Ia menggunakan sistem yang ia kritik untuk menyampaikan kritiknya.

Sejak dirilis, lagu ini menjadi bahan diskusi di ruang kelas, artikel akademis, dan perbincangan tentang seni protes. Ia sering disandingkan dengan karya-karya seperti "Alright" milik Kendrick Lamar sebagai contoh bagaimana musik populer bisa menjadi kendaraan untuk pesan sosial yang kuat tanpa kehilangan daya tariknya di tangga lagu.

Mengapa masih menggema hingga kini

Bertahun-tahun setelah dirilis, "This Is America" belum kehilangan taringnya. Sayangnya, isu-isu yang disorotnya — kekerasan senjata, ketidaksetaraan rasial, dan kecenderungan kita untuk berpaling dari penderitaan demi hiburan — masih sangat relevan. Setiap kali sebuah tragedi baru muncul dan cepat tenggelam oleh tren berikutnya, lagu ini terasa seperti ramalan yang terus terbukti.

Bagi pendengar di luar Amerika, termasuk di Indonesia, lagu ini menawarkan lensa untuk merefleksikan budaya kita sendiri. Bukankah kita juga hidup di era ketika algoritma memutuskan apa yang layak kita perhatikan? Bukankah kita juga kerap memilih hiburan ringan ketimbang menghadapi kenyataan yang berat? "This Is America" tidak memberi jawaban, tetapi ia menanamkan pertanyaan yang sulit dilupakan.

Yang paling memikat adalah bagaimana Glover berhasil membungkus semua itu dalam paket yang begitu menyenangkan didengar. Ia membuktikan bahwa seni protes tidak harus terdengar seperti khotbah — ia bisa membuatmu menari sambil memaksamu berpikir. Dan mungkin, di situlah kekuatan sejatinya: lagu ini menjebakmu dengan kesenangan, lalu menolak melepaskanmu tanpa meninggalkan bekas.


Cara menyelami lebih dalam

🎧 Menyelami suaranya

📚 Menelusuri kisahnya

🌍 Mengunjungi tempatnya

🎸 Merasakannya sendiri


🎵 Dengarkan lagu ini

🤖 Tanyakan lebih lanjut
Tags
10s