SONGFABLE · 1993

That's the Way Love Goes

JANET JACKSON · 1993

TL;DR: Lagu yang dulunya hampir tidak masuk ke album ini sebenarnya adalah deklarasi kemerdekaan seorang perempuan dewasa: bukan rayuan menggebu-gebu, melainkan undangan yang tenang, sabar, dan penuh percaya diri untuk menyerah pada perasaan tanpa rasa takut.
Listen elsewhere

We couldn't link a Spotify track for this story. Try searching the title on song.link to find it on your preferred service.

Pelan-pelan justru lebih menggoda

Coba bayangkan suasananya. Tahun 1993, dunia musik pop sedang ramai dengan ledakan energi, hentakan keras, dan vokal-vokal yang berteriak menuntut perhatian. Lalu masuklah sebuah lagu yang melakukan hal yang sebaliknya: ia berbisik. "That's the Way Love Goes" hampir tidak memiliki klimaks yang dramatis. Tempo-nya santai, vokal Janet Jackson nyaris seperti gumaman di telinga, dan groove-nya melingkar pelan seperti asap rokok di ruangan remang.

Justru di situlah letak kekuatannya. Banyak orang mengira lagu cinta yang kuat harus penuh tangis dan gairah meledak-ledak. Tapi lagu ini membuktikan kebalikannya. Daya pikatnya datang dari rasa percaya diri yang tenang. Janet tidak mengemis cinta, tidak pula memohon. Ia hanya membuka pintu dan berkata, dengan suara lembut, bahwa beginilah cara kerja cinta — kalau kamu merasakannya juga, kemarilah, jangan takut. Ketenangan itu, ironisnya, jauh lebih menggoda daripada teriakan mana pun.

Dan inilah kejutan yang jarang diketahui: lagu sebesar ini, yang akhirnya bertahan delapan minggu di puncak tangga Billboard Hot 100, dikabarkan nyaris tidak masuk ke album. Konon ada keraguan apakah lagu sehalus ini layak menjadi single pembuka. Untungnya, Janet dan timnya percaya pada kelembutan itu. Keputusan tersebut mengubah arah karier dan citranya selamanya.

Dari "adik bungsu" menjadi ratu yang berkuasa penuh

Untuk memahami betapa beraninya lagu ini, kita perlu mundur sejenak. Janet Jackson adalah anak bungsu dari keluarga musik paling terkenal di dunia — ya, Jackson, marga yang sama dengan Michael. Sepanjang masa kecil dan remajanya, Janet selalu dilihat sebagai "adik kecilnya Michael". Bayangkan beban itu: lahir di bawah bayang-bayang salah satu superstar terbesar sepanjang masa, sekaligus dikendalikan ketat oleh ayah sekaligus manajer keluarga.

Janet sudah memberontak sebelumnya. Albumnya tahun 1986, Control, persis seperti judulnya — pernyataan bahwa ia kini memegang kendali atas hidupnya sendiri. Lalu Rhythm Nation 1814 (1989) membawanya ke ranah sosial dan politik, dengan koreografi militer dan pesan tentang persatuan. Tetapi semua itu masih menampilkan Janet yang energik, tegas, dan sedikit "berseragam".

Album janet. (1993) — perhatikan titik di belakang namanya, sebuah pernyataan bahwa ia kini cukup dikenal hanya dengan nama depan, tanpa marga Jackson yang menempel — adalah babak yang sama sekali berbeda. Di sini Janet, yang saat itu berusia dua puluhan akhir, merengkuh sisi sensual dan dewasanya secara terbuka untuk pertama kalinya. Ia tidak lagi ingin membuktikan apa pun soal kekuatan; ia ingin bicara soal keintiman, hasrat, dan kemerdekaan tubuh perempuan untuk menikmati cinta tanpa rasa malu.

Lagu ini lahir dari kolaborasinya yang legendaris dengan duo produser Jimmy Jam dan Terry Lewis di studio Flyte Tyme, Minneapolis. Trio ini sudah bekerja sama sejak Control, dan kepercayaan kreatif di antara mereka begitu dalam sehingga mereka berani bertaruh pada groove yang minimalis. Bagian gitar yang berputar-putar lembut sepanjang lagu dikabarkan diambil dari elemen sebuah rekaman funk lama, lalu diperhalus menjadi lapisan hangat yang menjadi tulang punggung seluruh lagu.

Bagi pendengar di Indonesia, ada satu titik temu yang menarik. Era 1990-an adalah masa keemasan kaset dan radio FM di tanah air, ketika lagu-lagu R&B Amerika seperti karya Janet, Mariah Carey, dan Boyz II Men memenuhi acara request malam hari dan menjadi soundtrack obrolan via telepon rumah. Slow jam bergroove seperti "That's the Way Love Goes" cocok betul dengan selera pendengar Indonesia yang sejak dulu menyukai lagu cinta yang lembut namun bermartabat — bukan yang cengeng, melainkan yang dewasa dan penuh kendali diri. Tidak heran lagu ini sampai sekarang masih akrab di telinga banyak penikmat musik Barat lintas generasi di sini.

Apa yang sebenarnya ia katakan

Tanpa mengutip satu baris pun, mari kita bedah makna lagu ini. Inti dari "That's the Way Love Goes" adalah sebuah undangan yang sangat halus. Sang tokoh dalam lagu berbicara kepada seseorang yang ia inginkan, dan ia menjelaskan bahwa perasaan cinta itu datang secara alami, tak bisa dilawan, dan tak perlu dilawan. Seperti gravitasi yang menarik dua orang saling mendekat, begitulah cinta bekerja.

Pesan utamanya bukan rayuan agresif, melainkan sebuah ajakan untuk berserah. Ia seakan berkata: jangan terlalu banyak berpikir, jangan ragu, biarkan saja perasaan ini mengalir. Ada nuansa kesabaran di dalamnya — sang tokoh tidak terburu-buru, tidak memaksa. Ia memberi ruang bagi orang yang ia tuju untuk datang dengan kesadaran penuh. Inilah yang membuat lagu ini terasa sangat dewasa: cinta digambarkan bukan sebagai pertempuran atau drama, melainkan sebagai sesuatu yang nyaman, hangat, dan sudah semestinya terjadi.

Yang revolusioner pada masanya adalah perspektifnya. Di sini seorang perempuan-lah yang memegang kendali atas hasrat. Ia yang mengundang, ia yang menentukan ritme, ia yang dengan tenang menyatakan keinginannya tanpa rasa bersalah atau permintaan maaf. Pada awal 1990-an, ketika ekspresi seksualitas perempuan di musik mainstream masih sering dibungkus rasa malu atau dijadikan objek pandangan laki-laki, Janet membaliknya. Ia menjadi subjek yang berdaya. Dan ia melakukannya bukan dengan vulgar, melainkan dengan kelembutan yang justru terasa lebih kuat dan elegan.

Vibrato yang nyaris berbisik itu bukan tanda kelemahan vokal — itu pilihan artistik yang sengaja. Janet dan para produsernya memahami bahwa bisikan memaksa pendengar untuk mendekat, untuk menyimak, untuk masuk ke ruang privat sang penyanyi. Itulah keintiman yang dibangun lagu ini: kamu tidak mendengarkannya dari kejauhan, kamu seolah berada di dalam kamar yang sama.

Sebuah lagu yang menulis ulang aturan main

Dampak "That's the Way Love Goes" sulit dilebih-lebihkan. Lagu ini debut langsung melesat dan menghabiskan delapan minggu beruntun di puncak Billboard Hot 100, menjadi salah satu single Janet yang paling sukses secara komersial. Ia kemudian memenangi Grammy untuk kategori Best R&B Song, sebuah penghargaan yang lebih menghargai penulisan lagu ketimbang sekadar penampilan — pengakuan atas betapa cerdiknya konstruksi lagu ini.

Lebih dari sekadar angka, lagu ini menandai pergeseran besar dalam R&B kontemporer. Pendekatan "less is more" — groove yang santai, vokal yang ditahan, produksi yang lapang dan tidak penuh sesak — menjadi cetak biru bagi gelombang neo-soul dan R&B yang lebih halus di tahun-tahun berikutnya. Banyak penyanyi perempuan yang muncul setelahnya berutang pada keberanian Janet untuk menunjukkan bahwa kekuatan tidak harus bising.

Citra Janet sendiri pun bertransformasi total. Album janet. mengukuhkannya bukan lagi sebagai adik bungsu keluarga Jackson, melainkan sebagai seniman dewasa yang memegang kendali penuh atas narasi dan tubuhnya sendiri. Ia membuktikan bahwa seorang perempuan bisa menjadi sensual sekaligus berkuasa, lembut sekaligus tegas, tanpa kontradiksi.

Menariknya, lagu ini juga sering disebut sebagai semacam jawaban atau pasangan tematik bagi era musik saudaranya. Sementara dunia kerap membandingkan kakak-beradik ini, Janet justru menemukan suaranya sendiri yang sama sekali berbeda — lebih intim, lebih perempuan, lebih membumi. Ia keluar dari bayang-bayang bukan dengan bersaing langsung, melainkan dengan menciptakan ruang yang sepenuhnya miliknya.

Kenapa masih terasa relevan sampai hari ini

Lebih dari tiga dekade berlalu, dan lagu ini sama sekali tidak terdengar usang. Justru sebaliknya. Di era ketika banyak musik pop berlomba menjadi paling keras, paling cepat, dan paling viral dalam lima belas detik, ketenangan "That's the Way Love Goes" terasa seperti oase. Lagu ini mengingatkan kita bahwa ada keindahan dalam memperlambat tempo, dalam membiarkan momen bernapas.

Pesannya pun tetap segar. Gagasan tentang perempuan yang memegang kendali atas hasratnya, yang menyatakan keinginannya dengan percaya diri namun tanpa kekerasan, masih sangat relevan dalam percakapan budaya masa kini soal kesetaraan dan agensi. Lagu ini berbicara tentang cinta sebagai sesuatu yang setara dan saling menghormati — bukan pengejaran sepihak, melainkan dua orang yang bertemu di tengah jalan.

Bagi pendengar muda di Indonesia yang baru menemukan lagu ini lewat playlist throwback, sampling di lagu modern, atau rekomendasi algoritma, daya tariknya tetap utuh. Groove yang hangat itu cocok untuk segala suasana: menemani malam yang tenang, perjalanan santai, atau sekadar momen merenung. Dan bagi generasi yang dulu pertama kali mendengarnya lewat radio atau kaset, lagu ini membawa nostalgia yang manis namun tetap terasa dewasa.

Pada akhirnya, "That's the Way Love Goes" bertahan karena ia jujur tentang satu kebenaran sederhana: cinta yang sejati tidak perlu berteriak untuk didengar. Kadang, bisikan yang paling lembut justru paling sulit dilupakan.


Cara menyelami lebih dalam

🎧 Menyelami suaranya

Cara terbaik memahami lagu ini adalah mendengarkannya dalam konteks album penuhnya, di mana setiap lagu mengalir bagai satu percakapan panjang tentang cinta dan kemerdekaan. Album ini adalah mahakarya R&B yang utuh, bukan sekadar kumpulan single.

📚 Mengikuti kisahnya

Di balik kelembutan lagu ini ada kisah perjuangan seorang perempuan keluar dari bayang-bayang keluarga paling terkenal di dunia musik. Membaca latar belakangnya membuat lagu ini terdengar makin bermakna.

🌍 Mengunjungi tempatnya

Lagu ini lahir di Minneapolis, kota yang pada era itu menjadi salah satu pusat inovasi musik R&B dan funk Amerika berkat warisan Prince dan studio Flyte Tyme.

🎸 Mengalaminya sendiri

Kalau lagu ini membuatmu ingin mencoba menciptakan groove lembut sendiri, semuanya berawal dari riff gitar yang berputar-putar dan ritme yang ditahan.


🎵 Dengarkan lagu ini

🤖 Tanyakan lebih lanjut:

Tags
90s