SONGFABLE · 1973

Drift Away

DOBIE GRAY · 1973

TL;DR: Di balik melodi yang lembut dan mengayun ini, "Drift Away" sebenarnya adalah pengakuan jujur seorang pria yang patah hati dan lelah pada dunia, lalu menemukan satu-satunya tempat berlindung yang tidak pernah mengkhianatinya: musik itu sendiri.
Listen elsewhere

We couldn't link a Spotify track for this story. Try searching the title on song.link to find it on your preferred service.

Lagu tentang seseorang yang diselamatkan oleh musik

Bayangkan ada orang yang sedang berada di titik terendah hidupnya. Hubungan yang gagal, hari-hari yang terasa berat, dan perasaan tersesat yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata biasa. Lalu, alih-alih lari ke pelukan orang lain atau ke botol minuman, ia justru meminta sang penyanyi di radio untuk membawanya pergi lewat irama. Itulah inti dari "Drift Away".

Banyak orang mengira lagu ini sekadar lagu cinta yang manis atau lagu santai untuk menemani sore hari. Padahal, kalau didengarkan baik-baik, ini adalah lagu tentang penyembuhan. Tentang bagaimana sebuah lagu bisa menjadi semacam terapi, tempat seseorang menenggelamkan diri agar bisa bernapas lagi. Dobie Gray tidak menyanyikan kisah asmara yang berbunga-bunga, ia menyanyikan permohonan untuk dibebaskan dari beban hidup.

Inilah yang membuat "Drift Away" terasa begitu universal dan abadi. Hampir setiap orang pernah merasa lelah, pernah merasa ingin menghilang sejenak dari kenyataan. Dan hampir setiap orang punya satu lagu yang bisa membuat mereka merasa lebih ringan. Lagu ini, dengan cara yang elegan, merayakan momen ajaib itu, momen ketika musik menjadi lebih dari sekadar hiburan dan berubah menjadi tempat berteduh.

Perjalanan panjang Dobie Gray sebelum lagu ini meledak

Dobie Gray bukanlah penyanyi yang langsung sukses. Lahir dengan nama Lawrence Darrow Brown di Texas pada awal 1940-an, ia tumbuh dalam keluarga petani penggarap dan komunitas gereja yang kental dengan musik gospel. Suara dan kepekaan musikalnya terasah di lingkungan itu sejak kecil. Perjalanannya menuju pengakuan luas memakan waktu bertahun-tahun, melewati berbagai genre dan banyak label rekaman yang datang dan pergi.

Sebelum "Drift Away", nama Gray sebenarnya sudah dikenal lewat lagu "The 'In' Crowd" pada pertengahan 1960-an, sebuah lagu yang menjadi anthem anak muda kelas atas pada masanya. Tetapi setelah itu, kariernya sempat meredup. Ia bahkan sempat mencoba peruntungan di dunia teater musikal, dilaporkan ikut tampil dalam produksi panggung "Hair" di pesisir barat Amerika. Artinya, ketika ia akhirnya menyanyikan tentang seseorang yang lelah dan ingin diselamatkan oleh musik, itu bukan sekadar akting. Ada pengalaman nyata seorang seniman yang bertahun-tahun berjuang di industri yang keras.

Menariknya, lagu "Drift Away" sendiri tidak ditulis oleh Dobie Gray. Lagu ini diciptakan oleh seorang penulis lagu bernama Mentor Williams, dan rekaman yang melambungkan namanya digarap di Nashville, kota yang lebih dikenal sebagai jantung musik country. Perpaduan antara penyanyi berlatar soul dan gospel dengan musisi sesi Nashville inilah yang menghasilkan suara hangat khas lagu tersebut. Ada sentuhan gospel di vokalnya, ada kerapian musisi country di iringannya, dan ada jiwa soul yang mengikat semuanya.

Bagi pendengar musik Barat di Indonesia, koneksi budayanya cukup terasa. Lagu-lagu bertema "musik sebagai pelarian dan penyelamat" punya tempat istimewa di hati banyak penikmat lagu di sini, mulai dari era radio AM, kaset, sampai siaran lagu-lagu lawas (oldies) yang masih sering diputar di banyak stasiun radio. "Drift Away" termasuk dalam kategori lagu Barat klasik yang melodinya gampang dicintai lintas generasi, mirip dengan cara lagu-lagu seperti "Hotel California" atau "Take Me Home, Country Roads" diterima hangat oleh telinga pendengar Indonesia. Ini lagu yang nyaman dinyanyikan bersama-sama, bahkan oleh orang yang tidak terlalu lancar berbahasa Inggris.

Membongkar makna di balik lirik

Inti pesan "Drift Away" sebenarnya sederhana namun dalam. Sang tokoh dalam lagu mengaku bahwa hidupnya sedang terasa berantakan. Ia merasa tersesat, kehilangan arah, dan terbebani oleh hari-hari yang berat. Ada nuansa kekecewaan, mungkin terhadap cinta yang gagal, mungkin terhadap dunia yang terasa terlalu menuntut. Ia tidak menutupi kelelahannya, dan justru kejujuran itulah yang membuat lagu ini terasa manusiawi.

Lalu datanglah kunci dari segalanya. Sang tokoh berpaling pada musik. Ia memohon kepada irama dan kepada sang penyanyi untuk membawanya menjauh, untuk membiarkan dirinya hanyut terbawa alunan lagu. Bagi dia, musik bukan sekadar latar belakang, melainkan penyelamat. Ada perasaan bahwa ketika kata-kata gagal dan orang-orang mengecewakan, sebuah lagu masih bisa diandalkan untuk memberi kenyamanan. Musik menjadi semacam pelukan yang tidak menghakimi.

Yang membuat lirik ini begitu kuat adalah caranya menggambarkan hubungan antara manusia dan musik sebagai sesuatu yang nyaris religius. Ada rasa syukur, ada penyerahan diri, ada kepercayaan penuh. Sang tokoh seperti menemukan keyakinan baru, bukan pada agama atau pada orang, tetapi pada kekuatan lagu untuk membebaskan jiwa. Ia ingin tenggelam dalam suara itu, membiarkan dirinya melayang jauh dari semua masalah, dan dalam proses itu ia merasa utuh kembali.

Inilah yang membedakan "Drift Away" dari lagu galau biasa. Lagu ini tidak berhenti pada keluhan. Ia menawarkan jalan keluar. Pesannya seolah berkata bahwa kita semua punya hak untuk sesekali kabur ke dalam musik, untuk menemukan ketenangan di sana, dan tidak ada yang salah dengan itu. Justru di situlah letak penyembuhannya.

Konteks budaya dan warisan abadi lagu ini

Ketika dirilis pada tahun 1973, "Drift Away" langsung menjadi hit besar di Amerika Serikat dan menembus posisi teratas tangga lagu. Lagu ini dilaporkan terjual jutaan kopi dan menjadi salah satu lagu paling dikenang dari awal dekade 1970-an. Pada masa itu, dunia musik Barat sedang berada di persimpangan menarik, antara warisan soul tahun 60-an, kebangkitan singer-songwriter yang reflektif, dan musik rock yang makin matang. "Drift Away" berdiri dengan nyaman di tengah-tengah, mengambil yang terbaik dari berbagai dunia itu.

Salah satu hal paling luar biasa dari lagu ini adalah umurnya yang sangat panjang. Selama beberapa dekade, "Drift Away" terus dinyanyikan ulang oleh banyak musisi. Konon lagu ini telah direkam ulang oleh ratusan artis dari berbagai genre, menjadikannya salah satu lagu yang paling sering di-cover dalam sejarah musik populer. Bukti betapa melodinya mudah dicintai dan liriknya mudah dirasakan oleh siapa saja.

Puncak kebangkitan keduanya datang pada tahun 2003, ketika grup rock Uncle Kracker merekam ulang lagu ini dengan menampilkan Dobie Gray sendiri sebagai bintang tamu. Versi baru ini sukses besar dan memperkenalkan "Drift Away" kepada generasi yang sama sekali belum lahir saat versi aslinya keluar. Ada keindahan tersendiri dalam momen itu, sang penyanyi asli, yang dulu menyanyikan tentang dibebaskan oleh musik, kini dibebaskan sekali lagi oleh lagunya sendiri yang menemukan hidup baru tiga puluh tahun kemudian.

Dobie Gray sendiri meninggal dunia pada tahun 2011. Tetapi warisannya hidup terus lewat satu lagu yang terus diputar, terus dinyanyikan, dan terus menyentuh hati orang-orang di seluruh dunia. Tidak banyak penyanyi yang punya satu karya yang begitu lekat dengan identitasnya, dan "Drift Away" adalah salah satu contoh paling indah dari fenomena itu.

Mengapa lagu ini masih relevan hari ini

Di era streaming, ketika ada jutaan lagu hanya satu sentuhan jari dari kita, pesan "Drift Away" justru terasa makin relevan. Kita hidup di zaman yang penuh tekanan, notifikasi yang tak pernah berhenti, dan ekspektasi yang terus menumpuk. Kebutuhan untuk sesekali "menghilang" ke dalam musik mungkin lebih besar sekarang dibandingkan tahun 1973. Banyak dari kita yang setiap hari memakai headphone, menyetel playlist favorit, dan membiarkan diri kita hanyut sejenak agar bisa bertahan menghadapi hari.

Itulah keajaiban lagu ini. Ia memberi nama pada sebuah perasaan yang dialami hampir semua orang tetapi jarang dibicarakan, yaitu rasa lega ketika sebuah lagu yang tepat datang di saat yang tepat. "Drift Away" seakan berkata bahwa tidak apa-apa untuk merasa lelah, dan bahwa musik akan selalu ada untuk menampung kelelahan itu. Pesan ini tidak akan pernah usang selama manusia masih punya hati dan masih punya beban.

Bagi penikmat musik Barat di Indonesia, "Drift Away" adalah jenis lagu yang sempurna untuk diperkenalkan kepada siapa pun yang ingin memahami pesona musik lawas. Melodinya hangat, temponya mengayun santai, dan pesannya menyentuh tanpa perlu rumit. Ini lagu yang bisa menemani perjalanan jauh, sore yang sepi, atau sekadar momen ketika kita butuh sesuatu yang menenangkan. Dan setiap kali lagu ini diputar, ia tetap melakukan persis seperti yang dijanjikannya: membawa kita hanyut, jauh dari kebisingan dunia, menuju tempat yang lebih tenang di dalam diri kita sendiri.


Cara menyelami lebih dalam

🎧 Larut dalam suaranya

📚 Telusuri kisahnya

🌍 Kunjungi tempatnya

🎸 Rasakan sendiri


🎵 Dengarkan lagu ini

🤖 Tanyakan lebih banyak:

Tags
70s